masukkan script iklan disini
Lentera Online || Tebing Tinggi
Pihak SMKN 4 Tebing Tinggi , Kota Tebing Tinggi, memberikan klarifikasi resmi terkait isu penertiban kerapian rambut siswa yang belakangan menjadi perbincangan.
Langkah penertiban tersebut ditegaskan sebagai bagian dari implementasi tata tertib sekolah yang telah disepakati bersama orang tua siswa sejak awal pendaftaran.
Kepala Sekolah SMK Negri 4 Tebing Tinggi Fitri Indahwahyuni M.SI , menjelaskan bahwa sebagai institusi pendidikan vokasi, sekolah memiliki standar kerapian yang ketat guna menyiapkan siswa memasuki dunia industri.
"Penampilan fisik yang rapi adalah bagian dari kurikulum budaya kerja (5R/5S) yang wajib diikuti siswa. Hal ini bertujuan agar mereka memiliki disiplin tinggi dan siap kerja setelah lulus nanti," ujar Fitri dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026).
Menanggapi isu mengenai siswa yang dicobel cobel Rambut nya yang sempat dianggap sebagai penindakan diskriminatif
Pihak sekolah menegaskan bahwa mereka hanya memfasilitasi siswa yang rambutnya belum memenuhi standar agar segera dirapikan.
Terkait adanya keluhan dari salah satu orang tua siswa yang tidak diketahui identitas nya , pihak sekolah menyayangkan terjadinya miskomunikasi tersebut.Pihak SMK Negeri 4 Tebing Tinggi menyatakan selalu terbuka terhadap kritik dan saran demi kemajuan pendidikan.
"Kami mengimbau jika ada keberatan, orang tua dapat menyampaikannya langsung melalui forum Komite Sekolah atau datang langsung ke sekolah untuk berdialog.
Hal ini jauh lebih baik daripada menyebarkan informasi yang belum terverifikasi secara utuh ke media massa," tambahnya.
Penertiban ini dipastikan dilakukan tanpa unsur intimidasi, melainkan murni berdasarkan evaluasi rutin Guru Bimbingan Konseling (BK) dan tim kesiswaan terhadap kepatuhan regulasi sekolah.
Sekolah berharap seluruh pihak dapat memahami bahwa kedisiplinan merupakan fondasi utama dalam membentuk mentalitas profesional bagi siswa SMK
Diwaktu yang sama Dr Budi S.Pd M.Pd selaku pengawas SMK Negeri 4 saat ditemui disekolah menyarankan pihak sekolah menyiapkan ketam pangkas agar saat penindakan siswa yang tidak mengikuti kerapian agar melakukan nya sendiri sebagai bentuk mengindari hal hal yang bersifat diskriminatif
Beberapa siswa ditemui saat jam istirahat di lapangan sekolah oleh media Lentera Online mengatakan bahwa sudah ada pemberitahuan dari sekolah melalu guru BK untuk dilakukan kerapian rambut" Hari Jumat kemarin pak sudah dikasih tau pak terus kami pangkas lah pak karena kerapian itu adalah salah satu bentuk modal untuk kita kedepan nya tapi masih ada aja yang nakal kawan kawan bandel dibilangin "ujar seorang siswa