• Jelajahi

    Copyright © Lentera Online
    Best Viral Premium Blogger Templates
    BREAKING NEWS
    Memuat berita terbaru...
    📈 SAHAM INDONESIA
    Memuat data...
    Memuat harga saham...
    Data pasar sedang dimuat... ```

    Iklan

    ⚽ SCORE BOLA TERKINI
    LIVE UPDATE
    Memuat hasil pertandingan...

    Diduga Langsir Pertalite Berulang Gunakan Tangki Modifikasi, Aktivitas Becak Bermotor di SPBU 14.206.189 Jl Mayjend Sutoyo Tebing Tinggi Disorot Warga

    Jumat, 30 Oktober 2026, Oktober 30, 2026 WIB Last Updated 2026-10-30T06:40:34Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    Lentera Online || Tebing Tinggi


    Aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite menggunakan becak bermotor  dan bertangki modifikasi (custom) menyedot perhatian warga serta konsumen di SPBU 14.206.189 Jalan Mayjend Sutoyo, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi.


    Pola pengisian BBM yang dinilai tidak lazim tersebut diduga menjadi modus pelangsiran Pertalite secara berulang dengan indikasi keterlibatan oknum operator SPBU demi melancarkan aksi tersebut.


    Seorang konsumen,Dedi, mengaku menyaksikan langsung dugaan praktik pengisian berulang (bolak-balik) yang dilakukan pengendara becak bermotor dan juga sepeda motor modifikasi tangki di lokasi tersebut

    “Saya melihat sendiri di depan mata saya. Motor-motor Thunder dan becak bermotor  itu mengisi Pertalite, lalu keluar area SPBU hanya untuk menyedot BBM dari tangki ke jerigen. Setelah itu, mereka kembali masuk antrean untuk mengisi lagi dan tetap dilayani terus-menerus oleh petugas operator. Mengapa hal ini bisa dibiarkan terjadi?” ujar Dedi, jumat (30/10/2026).


    Dedi pun mendesak adanya penegakan aturan pengawasan BBM bersubsidi secara ketat, konsisten, dan transparan.


    “Jangan sampai masyarakat bertanya-tanya. Jika ketentuannya sudah jelas—seperti pembatasan volume pengisian atau aturan khusus kendaraan modifikasi maka harus ditegakkan tanpa tebang pilih demi keadilan konsumen,” tegasnya.


    Berdasarkan hasil penelusuran wartawan di lokasi, muncul dugaan adanya praktik pemberian uang tambahan atau istilah “uang cor” dari oknum pelangsir kepada oknum operator SPBU. Pengendara motor diduga memberikan imbalan berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000 setiap kali pengisian untuk mempermudah transaksi berulang tersebut.


    Bahkan seorang IRT yang tidak mau disebut kan nama nya mengatakan bahwa setiap hari  SPBU itu selalu habis tetapi didepan SPBU banyak yang berjualan eceran,kami menduga ada permainan ungkap nya dengan nada kesal.


    Hingga  berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU maupun PT Pertamina Patra Niaga Sumut belum memberikan konfirmasi atau keterangan resmi terkait dugaan praktik pelangsiran tersebut.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    📰
    BERITA TERKINI
    LIVE UPDATE
    ↻ Menghubungkan ke jaringan berita...

    politik

    +